Selasa, 07 Februari 2017

Landasan Teoritis Penggunaan Media Pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media. Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran. Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. 

Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut:
1. Landasan Filosofis
Ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil dari teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bisa dikatakan, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Tetapi, siswa harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri,motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

2. Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 
Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa. Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran. Kehadiran media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran.

3. Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. 
Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadisistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

4. Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya.
Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.
 Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

5. Landasan Historis
Yang dimaksud dengan landasan historis media pembelajaran ialah rational penggunaan media pembelajaran ditinjau dari sejarah konsep istilah media digunakan dalam pembelajaran. Perkembangan konsep media pembelajaran sebenarnya bermula dengan lahirnya konsepsi pengajaran visual atau alat bantu visual sekitar tahun 1923.

Agar penggunaan media pembelajaran berlangsung efektif, guru sebaiknya memahami gaya-gaya belajar siswa, Gaya belajar adalah karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikologis seorang siswa tentang bagaimana dia memahami sesuatu, berinteraksi dan merespon lingkungan belajarnya, yang bersifat unik dan relatif stabil. Adapun gaya-gaya belajar siswa menurut para ahli sebagai berikut:
a.  Gaya belajar menurut David Kolb
          David Kolb mengklasifikasikan gaya belajar siswa ke dalam empat kecenderungan utama yaitu:
o Concrete Experience (CE)
o Abstract conceptualization (AC)
o Reflective observation (RO)
o Active experimentation (AE)
b.      Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestik
Secara umum ada tiga macam gaya belajar, yaitu:
o   Gaya belajar visual, gaya belajar ini menitikberatkan melalui apa yang dilihat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata atau penglihatan (visual). Gaya belajar yang bersifat ekternal, ia menggunakan materi atau media yang bisa dilihat. Materi atau media yang digunakannya berupa buku, poster, majalah dan lain-lain. Sedangkan gaya belajar yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi. Ciri-ciri belajar visual adalah mengingat dengan mudah apa yang dilihat, mempunyai masalah untuk dengan intruksi lisan,pembaca cepat dan tekun dan lain-lain.
o   Gaya Belajar Auditori, Gaya belajar ini cendrung menggunakan pendengaran atau audoi sebagai sarana dalam melakukan pembelajaran. Gaya belajar auditori  yang bersifat ekternal adalah dengan mengeluarkan suara. Sedangkan gaya belajar yang bersifat internal adalah memerlukan suasana yang tenang atau hening sebelum mempelajari sesuatu. Ciri-ciri gaya belajar auditorial adalah bicara pada diri sendiri pada saat bekerja, sulit menulis tapi mudah bercerita dan lain-lain.
o   Gaya Belajar Kinestik, Orang yang bergaya belajar kinestik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi ke dalam otaknya. Gaya belajar jenis ini yang bersifat ekternal adalah melibatkan kegiatan fisik, membuat model, memainkan peran, berjalan dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar yang bersifat internal lebih menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu hal. Ciri-ciri gaya belajar ini adalah berbicara dengan perlahan, menanggapi perhatian fisik, menyentuh orang untuk mendapat perhatian dan lain-lain.

2.3  Sumber Belajar
            Menurut  Januszewski dan Molenda, 2008:213 istilah sumber belajar dipahami sebagai perangkat, bahan(materi), peralatan, pengaturan, dan orang dimana pembelajaran dapat berinteraksi dengannya yang bertujuan untuk menfasilitasi belajar dan memperbaiki kinerja. Menurut Seels dan Richey, 1994: 12, menyatakan bahwa sumber belajar adalah sumber-sumber yang mendukung belajar termasuk sistem penunjang, materi, dan lingkungan pembelajaran.
            Sumber disini bukan hanya terbatas pada peralatan dan bahan yang digunakan dalam proses  belajar dan mengajar, melainkan juga orang, anggaran dan fasilitas. Sumber belajar disini mencakup semua yang tersedia untuk membantu individu belajar dan menunjukkan kemampuan kompetensinya.
            Berdasarkan definisi sumber belajar diatas, maka media pembelajaran dan sumber belajar memiliki persamaan di suatu sisi  dan juga perbedaan di sisi lain.
Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:
a.       Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b.       Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitusumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran 
Macam-macam Sumber Belajar Paling Efektif, diantaranya:
a.       Pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya.
b.      Orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
c.       Bahan: buku, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
d.       Alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis.
e.       Pendekatan/ metode/ teknik: diskusi, pemecahan masalah, permainan, percakapan biasa, diskusi.

13 komentar:

  1. Hai Rianti. terimakaish atas postingan yang anada posting yang saya menambah pengetahuan saya. rianti, syaa ingin bertanya bagaimana kita sebagaiaman guru menerapkan ke lima landasan yang anda jelaskan di postingan diatas dalam proses pembelajaran di kelas? terimakasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaa teman teman, dan disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari rostalinda, menurut saya kelima landasan tersebut kita gunakan untuk membuat suatu media yang akan kita gunakan dalam proses belajar mengajar selain itu kelima landasan tersebut tentunya kita jadikan acuan dalam pemilihan suatu multimedia yang akan kita gunakan apakah telah sesuai dengan kelima landasan tersebut. Terimakasih

      Hapus
  2. assalamulaikumm, :)
    baiklah disini saya akan menambahkan sedikit materi mengenai pstingan anda pada landasan tekhnologi, dimana pada landasan ini Media pembelajaran sebagai bagian dari teknologi pembelajaran memiliki enam manfaat potensial dalam memecahkan masalah pembelajaran, yaitu:
    a. Meningkatkan produktivitas pendidikan ( Can make education more productive). Dengan media dapat meningkatkan produktivitas pendidikan antara lain dengan jalan mempercepat laju belajar siswa, membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik dan mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar siswa.
    b. Memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual (Can make education more individual).Pembelajaran menjadi lebih bersifat individual antara lain dalam variasi cara belajar siswa, pengurangan kontrol guru dalam proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan kesempatan belajarnya.
    c. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran ( Can give instruction a more scientific base). Artinya perencanaan program pembelajaran lebih sistematis, pengembangan bahan pembelajaran dilandasi oleh penelitian tentang karakteristik siswa, karakteristk bahan pembelajaran, analisis instruksional dan pengembangan disaign pembelajaran dilakukan dengan serangkaian uji coba yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
    d. Lebih memantapkan pembelajaran (Make instruction more powerful).
    Pembelajaran menjadi lebih mantap dengan jalan meningkatkan kapabilitas manusia menyerap informasi dengan melalui berbagai media komunikasi, di mana informasi dan data yang diterima lebih banyak,lengkap dan akurat.
    e. Dengan media membuat proses pembelajaran menjadi lebih langsung/seketika (Can make learning more immediate). Karena media mengatasi jurang pemisah antara peserta didik dan sumber belajar, dan mengatasi keterbatasan manusia pada ruang dan waktu dalam memperoleh informasi, dapat menyajikan “kekonkritan” meskipun tidak secara langsung.
    f. Memungkinkan penyajian pembelajaran lebih merata dan meluas (Can make access to education more equal)

    terimakasih , semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr. wb saya ingin menambahkan sedikit tentang :
    Fungsi Media Pembelajaran
    Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
    Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut AsnawirdanUsman :
    1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru.
    2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih konkrit)
    3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
    4)Semuaindra siswa dapat diaktifkan.
    5)Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar

    BalasHapus
  4. Jenis-jenis Media
    Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :
    a. Media audio, Melalui audio, siswa dapat berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan belajar siswa.
    hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata.
    b. Media visual, Untuk media visual diam, contohnya foto, grafik, bagan, dan lain sebaaginya. Beda halnya dengan media visual gerak yang meliputi film bisu atau video pendek tanpa suara.
    hanya melibatkan indera penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
    c. Media audio visual,
    melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus
    dalam suatu proses. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program
    audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lain-lain.
    Media audio visual terdiri dari dua bagian yakni media audio visualdiam
    dan media audio visual gerak. Media audio visual diam diantaranya adalah tv diam, dan
    halaman bersuara. Media audio visual gerak meliputi VCD dan komputer.

    BalasHapus
  5. Saya ingin menambahkan
    Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Ada beberapa jenis media pembelajaran yaitu, teks, media audio, media visual, media proyeksi gerak, dan manusia. Kata media berasal dari bahasa latin medium yang memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Menurut Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Guruan (Association for Education and Communication technology/AECT) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tambahan materinya semoga bermanfaat

      Hapus
  6. Dari ketiga landasan tersebut. Landasan manakah yang paling berperan penting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketiganya sama sama berperan penting karena apabila salah satunya ditinggalkan maka akan membuat suatu multimedia yang dibuat tidak sempurna dan yang ditakutkan nantinya akan mempengaruhi dalam proses belajar mengajar, terimakasih

      Hapus
  7. saya ingin menambahkan Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan
    pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.
    Berikut ini fungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut
    Asnawir dan Usman (2002:24):
    1) Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu
    memudahkan mengajar bagi guru.
    2) Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih
    konkrit)
    3) Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapat
    berjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
    4) Semua indra siswa dapat diaktifkan.
    5) Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas penambahan materinya semoga bermanfaat.

      Hapus